Polisi Ingin Tangkap Peretas 600 Laman Situs dengan Tebusan Bitcoin

peretas web

Berita Blockchain – Penyidik dari Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap dua tersangka pelaku peretasan 600 web laman dalam dan luar negeri. Kedua tersangka berinisial KPS dan NA. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari kerjasama antara Polda Metro Jaya dengan IC3 (Maya Crime Complaint Center) Federal Bureau of Investigation (FBI) yang yaitu badan investigasi utama Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). “Jadi di Amerika sana ada data, bahwa ada peretasan metode elektronik yang dilakuakan oleh sekelompok orang di Indonesia.

Jadi klasifikasi itu telah meretas 40 negara dan ada 3000 metode elektronik yang diretas,” kata Argo saat dihubungi, Senin. Sesudah dijalankan analitik dan evaluasi (anev), pihaknya menemukan adanya klasifikasi peretas di tempat Surabaya, Jawa Timur. “Di Surabaya kami menangkap dua orang pelaku dari sasaran enam tersangka yang mengatasnamakan dirinya klasifikasi SBH,” tuturnya. Dia menerangkan, terhadap polisi tersangka berinisial KPS mengaku sebagai pendiri SBH yang sudah menjalankan peretasan kepada kurang lebih 600 web laman di dalam dan luar Indonesia.

“Yang bersangkutan mengaku minta sejumlah uang via cara pembayaran akun PayPal dan Bitcoin dengan alasan tarif jasa,” kata ia. Tersangka lain berinisial NA mengaku sebagai member SBH dan sudah meretas sekitar 600 web laman di dalam ataupun luar Indonesia dengan minta uang tebusan yang sama, ialah via akun PayPal dan Bitcoin. “Dari kedua tersangka disita hand phone, komputer jinjing dan modem dan keduanya dibawa oleh regu ke Sat Reskrim Polrestabes Surabaya untuk dijalankan pemeriksaan,” kata Argo.

 

 

Sumber : Coin Daily

Leave a Reply

Your email address will not be published.