Daerah Terkenal Toraja, Jikalau Belum ke Makam Gua Londa

Grosir Souvenir di dekat Goa Londa – Ada agenda wisata ke Toraja? Salah satu destinasi yang seharusnya dikunjungi dikala menginjakkan kaki di tanah tempat hal yang demikian yakni makam Gua Londa. Orang Toraja bilang, kalau belum ke makam Londa karenanya belum ke Toraja.

Destinasi yang berada di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi ini menawarkan sensasi yang berbeda sebab obyek wisatanya yang tidak biasa. Mengunjungi makam di dalam gua yang berlokasikan sekitar 7 kilometer arah Selatan Kota Rantepao ini berbeda dengan makam pada biasanya. Kebiasaan orang Toraja yang bertahan sampai ratusan tahun, membikin makam di Londa menjadi unik dan cocok dikunjungi.

“Ini adalah sebuah keunikan budaya masyarakat Toraja. Keunikan budaya ini menempatkan Toraja sebagai destinasi tamasya adat istiadat seperti halnya Bali. Malahan Toraja mempunyai market utama pelancong asal Eropa. Ini menjadi bukti alangkah menariknya Toraja. Ada banyak titik yang dapat dikunjungi, seperti Makam Gua Londa ini,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam keterangan tertulis.

Untuk menempuh Londa, bisa menerapkan kendaraan lazim bagus kendaraan beroda empat, motor sewaan, maupun ojek. Harga tiketnya bahkan terjangau. Pelancong cukup membayar karcis Rp 10 ribu saja untuk dapat merasakan Makam Londa.

Sesampainya di sana, pelancong akan disambut dengan sebuah gapura selamat datang di Londa. Sebelum menjelang gua, jangan lupa membawa penerang untuk masuk ke gua alam Londa. Tetapi, kalau tak memilikinya, di sana terdapat banyak pemandu yang akan membawa petromaks dan mendampingi perjalanan pelancong.

Harga sewa petromaks bahkan cukup relatif murah, pelancong cukup merogoh kocek sebesar Rp 50 ribu. Jikalau perjalanan dirasa menyenangkan, pelancong dapat memberikan kiat sesuka hati terhadap pemandunya.

Sebelum menempuh tebing batu yang lumayan tinggi, pelancong sepatutnya menuruni sejumlah buah hati tangga. Di tebing batu itulah tersimpan gua alam yang dipenuhi labirin dengan stalagtit dan stalagmitnya.

Setibanya di depan tebing batu, terdapat erong (peti mati) yang diletakkan di celah-celah batu. Di sana akan menonjol sebagian erong yang terlihat digantung di batu. Posisi erong sendiri tak dapat sembarangan loh. Pasalnya posisinya menampilkan strata sosial dari orang yang dimakamkan. Kian tinggi posisi erong kian tinggi strata sosialnya.

“Dulu, erong memang digantung untuk menghindari hewan buas dan pencurian. Sebab di dalam erong turut disertakan barang-barang berharga milik yang meninggal,” ungkap Rian Malino, salah satu pemandu di Pemakaman Londa.

Di tebing Londa itu juga ada sebagian erong yang diletakkan di lokasi yang lumayan tinggi. Berdasarkan Rian, erong itu milik keluarga ningrat, sehingga sepatutnya berada lebih tinggi dari yang lain.

Sebuah lubang batu yang mirip etalase, diletakkan berderet tao-tao, yakni patung kayu yang dipahat semirip mungkin dengan orang yang meninggal. Satu patung mewakili satu orang, dan didandani cocok dengan strata sosialnya sewaktu masih hidup.

Sebagian tengkorak dan tulang belulang telah dikendalikan di celah-celah gua. Tengkorak dan tulang belulang itu jatuh dikala erong rusak imbas dimakan umur.

“Untuk memindahkan tengkorak dan tulang belulang juga tak sembarang. sepatutnya ada upacaranya dan seizin keluarga yang meninggal. Itu juga untuk meletakkan kembali tengkorak dan tulang belulang ke dalam erong, sepatutnya dijalankan upacara adat yang biayanya benar-benar besar. Ya seperti pesta pemakaman. Makanya banyak tengkorak yang diperbolehkan terkapar” ungkap Rian.

Menyusuri gua makam ini, Anda perlu berhati-hati di sebagian komponen, ketinggian gua cuma sekitar 1 meter, sehingga perlu berjalan membungkuk. Situasi gua yang dingin juga menambah aura mistis destinasi ini. Sedangkan demikian itu tak ada bau menyengat yang keluar dari mayat di dalam gua.

“Tetapi perjalanan menyusuri gua makam Londa tentulah adalah sebuah pengalaman yang tidak akan didapat di daerah lain. Apalagi kekayaan adat istiadat ini disupport juga oleh estetika alamnya yang luar umum,” papar Pembantu Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauziyani.

Jalan yang mendaki lumayan menguras kekuatan, melainkan jangan kuatir tersedia sebagian gazebo bagi pelancong yang berharap beristirahat. Dari gazebo itu, tebing batu dan gua alam menonjol secara keseluruhan. Jikalau telah cukup beristirahat, pelancong bisa mampir ke toko-toko yang memasarkan beraneka dari pusat souvenir.