Kriteria untuk Jadi Guru Profesional

Kecuali rajin, disiplin, dan tabah, apa saja kriteria yang sebaiknya dimiliki oleh seorang guru? Yuk, cek parameternya supaya Bapak/Ibu menjadi model bagi siswa sekalian guru profesional.

1. Adil
Jadilah sosok pengajar yang obyektif, bukan subyektif. Adil di sini berarti Bapak/Ibu tak berpihak pada satu sisi atau kategori tertentu. Jadi, patut sanggup menyikapi tiap siswa dengan karakter dan kecakapan yang bermacam.

2. Terbuka
Kecuali itu, keterbukaan juga ialah kriteria yang betul-betul penting bagi guru. Mendapatkan kedatangan, pertanyaan, kritik, sampai usul dari siswa. Untuk membenarkan karakter siswa, Bapak/Ibu secara khusus dahulu patut melaksanakan koreksi. Cobalah bersikap demokratis, tentu kelas akan jauh lebih menyenangkan.

International Schools in Jakarta >>> https://www.ichthusschool.com/

Bukan cuma sikap, tapi juga pikiran. Dengan terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, Bapak/Ibu patut dapat berpikiran terbuka. Daripada mengotak-ngotakkan mana murid mahir, bodoh, dan sedang-sedang saja, betapa bagusnya seandainya diubah sedikit metode berpikirnya. Tiap-tiap buah hati mempunyai keunikan dan dapat berhasil di kecakapannya masing-masing. Saat Bapak/Ibu berpikiran terbuka, karenanya akan lebih gampang juga meresap ilmu dari siapa bahkan, tanpa berdaya upaya “Ah, aku telah tahu itu,”. Zaman kini, ilmu itu dapat dari siapa saja lho, termasuk siswa di kelas.

3. Jadi Teladan
Selama ini, sistem pendidikan apa saja yang sudah Bapak/Ibu terapkan? Apabila cuma menyajikan materi dengan pidato panjang, rasanya tak akan tepat sasaran. Pernah dengar “masuk alat pendengaran kiri, keluar alat pendengaran kanan”, kan? Tentu Bapak/Ibu tak berkeinginan hal demikian yang terjadi pada para peserta ajar. Sebagai figur simpel, umpamanya ada sampah yang tak pada tempatnya di dalam kelas.

Ketimbang cuma menegur “Jangan membuang sampah sembarangan ya, buah hati-buah hati,”, akan lebih bagus seandainya Bapak/Ibu lantas mengambil sampah hal yang demikian dan memasukkannya dalam daerah sampah. Kemudian, ajak siswa bersama-sama membersihkan sambil menghias kelas. Ingatkan siswa bahwa sebagai penghuni kelas, karenanya patut bertanggungjawab atas seluruh yang diaplikasikan, termasuk menjaga kebersihan dan kedamaian kelas. Dengan Bapak/Ibu memberi figur, siswa tentu pelan-lahan akan mempunyai kesadaran untuk melaksanakan hal serupa. Bijak ini juga akan mendewasakan siswa lho.

4. Bagus
Menjadi seorang guru, berarti patut arif. Kalau dalam mengambil keputusan, menyikapi problem, ataupun bertingkah. Apabila Bapak/Ibu sanggup menjadi sosok pengajar yang arif, siswa tentu akan lebih respect. Tetapi yang arif tahu bagaimana melaksanakan pendekatan yang pas kepada peserta didiknya.

5. Fleksibel
Well, menjadi guru memang patut punya prinsip, bagus dalam poin-poin ataupun pengetahuan. Peka, dalam menyajikan prinsipnya, Bapak/Ibu sebaiknya fleksibel. Fleksibel di sini maksudnya merupakan tak kaku dan sanggup menyesuaikan dengan situasi, perkembangan, sifat, kecakapan, serta latar belakang siswa.

6. Respon
Bapak/Ibu Guru patut dapat kencang paham, memahami, dan memperhatikan dengan perasaan apa yang menonjol pada siswa. Mulai dari ekspresi wajah, gerak-gerik, nada bunyi, dan lainnya. Jadi, guru bisa seketika memahami apa yang dialami oleh siswa. Karenanya cuma kencang memahami, namun juga kencang tanggap untuk menanggulanginya.

7. Memahami cara kerja
Dalam belajar dan mendidik, karenanya terjadi sebuah cara kerja. Nah, cara kerja ini tak senantiasa gampang dilewati dengan kencang, bertumpu pada individu masing-masing. Umpamanya, penting sekali bagi seorang guru untuk dapat memahami arti cara kerja. Memilih untuk menjadi guru tentu patut siap stok tabah yang banyak, bukan? dalam mendidik, seandainya siswa tak gampang memahami, karenanya jangan lantas dimarahi. Coba cek lagi, bagaimana karakter, variasi belajar, dan metode mendidik siswa hal yang demikian.

 

Ingin sekolah di International School Jakarta? cek sini ya>> https://www.ichthusschool.com/sekolah-kristen-internasional