BENARKAH STAINLESS STEEL ANTI KARAT?

“Stainless Steel itu besi anti karat”. Asumsi tadi tertanam dalam benak kita bukan? Apakah Anda tahu, hakekatnya stainless steel BISA berkarat. Stainless steel bukan logam mulia seperti emas atau platina, yang tak mengalami korosi dampak keadaan lingkungan. Stainless steel memang lebih TAHAN karat, tapi bukan ANTI karat.

Ketahanan itu terjadi sebab permukaan Stainless steel dilindungi oleh protective layer (lapisan pelindung) yang terwujud dari tanggapan kimia antara kromium(yang menjadi bahan campuran stainless steel) dan oksigen (dari lingkungan). Lapisan ini mencegah oksigen dari lingkungan berjumpa dengan Besi sehingga korosi tak terjadi.

Baca : Pelumas anti karat

Nah, problem muncul bila lapisan pelindung tadi tergores, dan stainless steel berada di dalam air (secara khusus air laut) untuk bentang waktu yang lama. Stainless tadi akan gampang sekali mengalami korosi. Mengapa dapat? Sebab di dalam air jumlah oksigen amat sedikit, sehingga lapisan pelindung tak bisa terwujud. Parahnya, sifat asam air (secara khusus air laut) konsisten akan mengorosi besi dalam stainless steel, sehingga muncullah karat.

Pada biasanya, korosi menyebabkan sebagian problem seperti :

Terbentuknya lubang kecil (pengereposan), sehingga
Daya stainless steel menurun. Alhasil : stainless steel retak, bengkok, patah dan sebagainya.
Penampilan stainless steel menjadi tak menarik.
Terbentuknya karat, mungkin bisa mengkontaminasi hal lainnya. Sistem ini amat dihindari, terlebih bila stainless steel diaplikasikan dalam cara kerja produksi makanan.
Ada sebagian ragam korosi yang terjadi pada stainless steel, merupakan:

Uniform Corrosion
Uniform Corrosion terjadi sebab, rusaknya beberapa pun hampir segala lapisan pelindung pada Stainless steel. Korosi ini terjadi disebabkan oleh larutan asam kuat seperti: asamhidroklorit, asam hidrofluor, dan lainnya. Korosi ini mengakibatkan berkurangnya dimensi (pengeroposan) benda hal yang demikian.

Uniform Corrosion dapat dipecahkan dengan sistem seperti : menerapkan bahan yang lebih tebal, atau menerapkan cat atau lapisan logam (plating),

Pitting Corrosion
Pitting Corrosion, merupakan wujud korosi lokal yang terjadi sebab lubang / rongga pada benda hal yang demikian. Pitting Corrosion dianggap lebih membahayakan ketimbang Uniform Corrosion, sebab sulit untuk terdeteksi.

Baca juga : Carburator cleaner

Korosi ini terjadi sebab: adanya cacat semenjak pembuatan logam, elektrolit yang berada dan membisu di dalam logam, ada garam klorida pengoksidasi yang larut atau berada di lingkungan logam. Lubang kecil ini, akan terus meluas seiring waktu.

Sistem itu bisa dicegah dengan: pemilihan bahan yang ideal, mengkontrol PH, temperatur, dan kadar klorida sekitar, dan penambahan oksida anion (sebagai inhibitor).

Crevice Corrosion
Crevice Corrosion, merupakan korosi lokal yang terdapat pada celah diantara dua benda. Korosi ini terjadi sebab di tempat terebut minim oksigen, seperti: celah antara gasket/packing, celah yang terwujud oleh pengelasan yang tak total, celah antara mur dan baut.

Diawali menghindari korosi ini dengan: celah sambungan ditutup dengan pengelasan terus menerus, acap kali mengerjakan perawatan secara teratur, hindari packing yang bersifat higroskopis (Higroskopi merupakan kesanggupan suatu zat untuk mengabsorpsi molekul air dari lingkungannya bagus melewati absorbsi atau adsorpsi.)

Stress Corrosion Cracking (SCC)
Stress Corrosion Cracking, merupakan momen penyusunan retak dalam logam. Alhasil dengan Pitting Corrosion, kemudian sebab tegangan, tekanan, temperatur, dan lingkungan yang korosif mengakibatkan stainless steel menjadi retak. Korosi memperlemah stainless steel, yang alhasil akan memperluas retakan dan memperparah korosi.

Pencegahannya yaitu : Jangan membebani stainless steel lebih dari dayanya. Jangan lupa mengerjakan pengecekan dan perawatan dengan rutin.

Intergranular Corrosion
Intergranular Corrosion yaitu wujud korosi dampak tak meratanya campuran kromium di dalam stainless steel. Alhasil ada tempat-tempat tertentu pada stainless steel yang tak cukup mempunyai kromium untuk mencegah karat.

Galvanic Corrosion
Galvanic Corrosion disebabkan 2 logam yang tak sama disambungkan, dan berada pada lingkungan korosif (seperti yang terjadi di dalam accu). Maka terjadi kontak hal yang demikian, memunculkan aliran elektron/listrk. Yang salah satu baja/logam hal yang demikian akan mengalami korosi.

Sistem ini bisa dihindari dengan: memilih logam dengan ideal, memberikan isolasi antara 2 logam/baja hal yang demikian, dan memberikan coating untuk mencegah korosi.

sekilas mengenai Stainless Steel dan Karat nya! Semoga berguna!

 

Terkait : https://tekiro.com/